Kota Batik, 11 September 2018
Seperti hari-hari sebelumnya, hidupku teramat dinamis dipenuhi kesibukan disana sini. Singgah dari satu kota ke kota lain. Menemukan banyak hal tentang kehidupan, arti pulang, dan jalan untuk pergi. Setelah kepulanganku sekian kalinya, ini kedua kalinya aku singgah di kotamu. Sungguh susah sekali untuk menemukan kesempatan langka ini, aku coba luangkan untuk merawat impian kita. Sekitar empat puluh menit dari kota ku menuju kotamu menggunakan kereta. Maaf tidak ada yang bisa ku bawa untukmu, sebingkis apapun sungguh terlupa olehku. Aku terlalu fokus ingin mengunjungimu seperti pertama aku mampir bertemu denganmu, atau sebagai timbal balik kedatanganmu setiap kepulanganku di kota keluargaku tinggal. Kau adalah alasanku untuk tidak mencari yang lain, menerima seseorang dengan segala masa lalunya, meski jujur kadang kenyataan itu terasa menyakitkan. Tapi hanya sejenak, karena aku sadar, aku tak bisa berharap pada manusia meski itu dirimu sekalipun. Kau menjemputku seperti biasanya deng...