Sepotong Kisah Tentang Kita



Dibalik kehidupan mesti memiliki kisah
Sama halnya kami hari ini, tentang kisah menentukan pilihan atas teman hidup
Kami tidak ingin berbagi romantisme layaknya kisah asmara para artis yang banyakan msg yang akhirnya hubungannya nggak sehat
Tapi kisah ini mengisahkan sebuah perjalanan untuk saling menerima, memahami, memaafkan dan mengerti
Awal 2017, pertemuan singkat yang sebenarnya kami sama sama sadari keberadaan satu sama lain
Namun kami tak berani berkenalan lebih jauh selain hanya patner grup acara bersama di Jogjakarta.
Yasudah gitu aja berlalu tanpa sebuah follow up apapun pasca pulang acara.
Setahun berlalu, dan ada beberapa hati yang sempat singgah tanpa sungguh membuatku jenuh.
Seperti biasa, sosmed adalah bagian dari hidup manusia sekarang ini begitu juga aku
Ku buka sebuah situs tentangnya dan membujukku untuk berinisatif mengucapkan selamat padanya. Saling balas komentar cukup panjang yang akhirnya membuatku sendiri kehabisan kata untuk membalas lagi
Tak ku sadari dari kapan awalnya semua akun sosmedku sudah terhubung dengannya
Mungkin diam diam sudah dari lama dia stalking aku.. hew
Yahh.. aku sudah jenuh dengan hati yang tak pernah sungguh, namun kadang aku butuh sosok teman untuk berkesah sesekali yang sekiranya mau mendengarkan dan mengerti
Ada, selain dirinya ada orang lain waktu itu tapi tentu sebelum dengannya
Ku tulis pengakuan disini... aku tidak dapat memahaminya dan begitu sebaliknya yang ku rasa
Selain itu masa aku yang harus mengambil keputusan untuk hubungan kami yang tidak direstui keluarganya, padahal keluargaku sendiri tak merestui juga namun aku menguatkan diri untuk berjuang dengannya tanpa ku beritahu yang ku hadapi dibkeluargaku
Hikmah dari kisah tragis itu, aku mendapatan seseorang yang lebih baik dari Tuhan
Pertengahan tahun 2018 setelah sekali lagi kami pernah bertemu, dia memutuskan berkunjung ke rumah pasca lebaran tahun lalu yang kemudian menyampaikan iktikad baiknya kepada ibuku untuk mengenalku lebih jauh
Alhamdulillah keluargaku dan keluargnya saling menerima dengan hangat dan kami berproses meski LDR Pekalongan-Jogjakarta
Perjalanan kami tak lancar jaya seperti dikira
Tentu juga banyak masalah dan hal yang harus kami lalui dengan proses menyakitkan yaitu sebuah penerimaan, dimana kami harus melepaskan kemauan dan egoisme kami masing-masing
Baik masalah yang datang dari pihak internal (kami sendiri atau keluarga) maupun eksternal
Menangis bersama di stasiun karena sebuah pengakuan dan proses penerimaan satu sama lain
Kesibukan yang tidak seumumnya aktivis karena berbeda bendera
Kadang satu kota dengan beda agenda
Kadang juga satu agenda beda yang ditemui dan urusannya
Belum juga ngadepin masing-masing senior ikut campur karena beda organisasi
Begitulah aktivis progresiv.. ewh takut diambil tetangga
Dengan latar belakang keluarga yang berbeda
Dua kepala yang isinya berbeda pula
Hasil didikan yang berbeda juga
Membentuk kami menjadi seseorang yang kadang sulit untuk mengerti satu sama lain dan lagi lagi melalui proses penerimaan yang menyakitkan
Siapa bilang untuk sampai kami ikhlas satu sama lain kami tidak kesulitan
Tentulah sulit, aku berharap dia seperti mau aku
Dia berharap aku seperti maunya, nah itulah bencana setiap hubungan
Karena terlalu menuntut dan tak mau menerima kenyataan dan keterbatasan satu sama lain serta menggantungkan harapan pada manusia
Akhirnya kami sekarang nggak mikir lagi hal itu, apapun langsung auto Alloh solusinya
Sesekali masalah organisasiku juga turut ia tangani
Juga sesekali tanggung jawab dia atas  kadernya yang turut ku urusi
Apa kami tidak marahan, ribut, berantem dan semacamnya ?
Jelas kami lewati dan alami karena itulah proses menerima, memahami dan mengerti
Endingnya yaudah kan harus sama sama legowo karena sama sama tidak mau kehilangan. cieeee
Bersama-sama menghadapi kegagalan, menggapai sebuah pencapaian dan saling memahami kekurangan
Saling berbagi kenyataan yang dihadapi itulah pelajaran berharga perjalanan kisah ini
Karena cinta itu memberi
Tak peduli apa yang kami dapatkan, selagi aku mencintaimu apapun kan ku beri zeyenk termasuk kesempatan dan maaf
Sampai akhirnya menemui bapak ku dengan tujuan melamar, persis tiga hari sebelum ramadhan yang kemudian ia bersama keluarganya mengetuk pintu rumah untuk silaturahmi menentukan tanggal 9 juni 2019.
Bersambung
Alhamdulillah selangkah demi selangkah kami lewati
Semoga Alloh slalu melindungi dan meridhoi

Nb: Bapak dan Ibu saya bercerai, jadi waktu dia bertemu Bapak dan Ibuk saya berbeda waktu dan tempat, sebelum silaturahmi antar keluarga menjelang lebaran kemarin.
Terimakasih telah membaca potongan kisah ini
Semoga akan menjadi novel di kemudian hari
Mohon do'anya agar dimudahkan dan lancar sampai hari pernikahan dan di ridhoi slalu hubungan kami
Untuk tanggal pernikahan InshaAlloh akan dibagikan sebagai surprise secara ekslusive.. hehe
Disini kami nggak mau bahas orang julid dan haters karena kami tidak pernah peduli akan hal itu

Comments

Popular posts from this blog

Pengembangan Bakat dan Kreatifitas Remaja

Mengenal POST-TRUTH