TIDUR YANG TEREVISI


Negeriku Hari Ini
Oleh: Fitika Dian Safitri



Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang tidak peduli lagi. Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Isu kenaikan BPJS sama dengan halnya isu keributan di PAPUA, isu-isu ini adalah skema dari pengaburan isu atas rumusan-rumusan pindahnya ibu kota dan revisi undang-undang belaka. Masyarakat seperti sedang dipertontonkan atas kegagalan dan kebodohan pemerintah dan dewan sebagai wakil kami. Seharusnya pemerintah memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan dan Riau bukan memadamkan ruang gerak serta independensi Komisi Pemberantasan Korupsi. Sungguh kado pahit diakhir masa jabatan mereka sebagai wakil kami. Pagelaran ini pun nampak tak kunjung usai, susul menyusul undang-undang direvisi karena persoalan relevansi bahkan seakan-akan semua setuju seperti sudah tidak adanya lagi partai oposisi karena semua mencari aman sendiri-sendiri.
Bagai ular yang ditarik bisanya, rakyat hari ini hanya mampu mendesis tak mampu merubah apa-apa. Benar-benar terdhzolimi , padahal bukankah Rakyat adalah pemilik kekuasaan tertinggi di negeri ini?. Dari rakyat dan untuk rakyat, itu adalah prinsip demokrasi. Namun hari ini pemegang kekuasaan tertinggi bisa jadi adalah korporasi. Demi melancarkan usaha investasi, aturan dan kebijakan dibuat asal korporasi bersenang hati meski poin-poin revisi sangat kontroversi. Akhirnya harus kita akui, lebih baik para dewan tidur saat rapat atau sidang daripada membuat aturan atau kebijakan yang membuat rakyat tidak bisa tidur.

Comments

Popular posts from this blog

Sepotong Kisah Tentang Kita

Pengembangan Bakat dan Kreatifitas Remaja

Mengenal POST-TRUTH