Menikah dan Mentalitas

Ada orang yang menunda menikah karena belum lulus kuliah tapi sudah punya usaha penghasilan sendiri. Ada juga orang menunda menikah karena sudah belum bekerja dan atau belum berpenghasilan yang cukup. Adapula karena tidak direstui atau belum ada jodohnya. Lalu, saya dan pasangan saya memilih menikah dengan keadaan masih kuliah dan belum kerja atau berpenghasilan.

Menikah itu adalah puncak mentalitas atas keyakinan kepada Tuhan tentang takdir hidup
Menikah adalah puncak mentalitas menerima orang lain dalam kehidupan kita dengan segala persoalannya
Menikah adalah ujung mentalitas dalam siap menerima konsekuensi
Maka menikahlah dengan mentalitas yang kuat

Sama halnya lulus kuliah, kita butuh mental yang kuat untuk menyelesaikan kuliah meski sduah cukup dengan penghasilan atas usaha kita karena pendidikan adalah bukti dari mentalmu yang tidak memandang imu sebagai sebuah cara mencari penghidupan, tapi sebagai cara mencari kehidupan yang menerima tantangan, pantang menyerah, bertanggung jawab dan ulet. Atau sama dalam mendaptkan penghasilan yang menurut kita pas-pasan, coba kita terima dan syukuri atas kehidupan kita dan berikan penghargaan atas usaha diri kita maka tidak akan seberat seperti kita ambisi menginginkan kehidupan diluar kita berupaya untuk hidup dalam kemewahan, kekayaan, martabat, pangkat dan jabatan. Atau seperti jodoh, kita membutuhkan mentalitas untuk menerima dan mencintai dirinya segala kekurangannya. Mengagumi itu mudah dan bisa kita terima dan lakukan kepada siapa saja, tapi mencintai kekurangan tidak semua orang mau melakukannya. Maka jadilah seseorang yang mau mencintai dan dicintai kekurangannya sehingga kita mencintai dan dicintai dengan diri kita sendiri.

Semua tergantung pada mentalitasmu, kesuksesan, pencapaian, dan pernikahan adalah tergantung bagaimana mentalmu kuat dan sanggup untuk memulai dan siap dalam menghadapi segala konsekuensi.

Kami memilih menikah dalam keadaan sama-sama menyelesaikan semester akhir sebagai sarjana dan magister, sama-sama memulai usaha untuk penghasilan yang cukup dan kami syukuri tanpa menjilat uang orang lain dengan segala konsekunsi yang akan di terima dan dihadapi. Karena sejatinya hidup adalah apa yang kita tuai bedasarkan apa yang kita tanam.
Menanam dan membangun mentalitas yang kuat akan membuat kita tetap berusaha berdiri, berjalan,dan berlari pada setiap fase kehidupan.

Comments

Popular posts from this blog

Sepotong Kisah Tentang Kita

Pengembangan Bakat dan Kreatifitas Remaja

Mengenal POST-TRUTH